Cara Penilaian SNMPTN Berubah

Cara penilaian Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2009 berubah. Jika SNMPTN sebelumnya menggunakan sistem penjumlahan semua mata pelajaran yang diujiankan, kini lebih ke sistem ranking setiap mata pelajaran. ‘’Kalau dulu kan setiap mata pelajaran dijumlahkan terus dibagi rata, nilai yang terbesar yang bisa masuk,’’ ujar Penjamin Kualitas SNMPTN, Adang Surahman dalam konferensi pers di Bandung, Senin (1/6).

Sistem penilaian seperti ini, kata dia, memiliki kekurangan, di antaranya mengabaikan beberapa mata pelajaran. Misalnya, ada calon mahasiswa yang hanya mendalami bahasa Indonesia tanpa menghiraukan Matematika. Jadi, meskipun nilai matematika kecil, tak bermasalah buat anak tersebut karena dapat tertutupi oleh nilai bahasa Indonesia. Makanya seringkali ada kasus salah masuk jurusan, anak yang sebenarnya pandai Biologi dia malah masuk ke Fisika.

Mulai 2009 ini, kata dia, penilaian berubah. Setiap mata ujian akan dinilai berdasarkan peringkat dengan skala nol sampai seratus sebelum nilai tersebut dijumlahkan. Atau sesuai dengan rumus matematika 100x(1-ranking:jumlah peserta). ‘’Setiap mata pelajaran ditentukan rankingnya masing-masing. Misalnya, mata pelajaran Matematika, ranking 1 diperoleh si A begitu pun dengan mata pelajaran lainnya,’’ cetus dia.

Dengan cara ini, setiap mata ujian harus dikerjakan sebaik mungkin dan tidak ada yang diabaikan. Penilaian hasil ujian sendiri masih menggunakan ketentuan yang lama. Yakni jawaban benar diberi nilai empat, jawaban salah diberi nilai minus satu dan tidak menjawab diberi nilai nol.

Sesuai namanya, sistem ini dimaksudkan untuk menyeleksi calon mahasiswa. Yakni mahasiswa yang dinilai bisa mengikuti semua mata kuliah. Karena ada beberapa kasus, mahasiswa yang pandai di teknik namun dia enggan belajar pancasila. Hal tersebut bisa membuat mahasiswa ke jurang drop out. “Sistem ini ke depannya dinilai bisa mengurangi angka DO,” katanya menjelaskan. Untuk mata ujian Matematika, tahun ini ada pengurangan mata ujian dari lima menjadi empat. Yakni Matematika, Fisika, Kimia dan Biologi. Mata ujian yang dihilangkan adalah IPA terpadu.

Sekretaris Eksekutif SNMPTN 2009 Panitia Lokal Bandung, Asep Gana Suganda mengatakan, jumlah formulir SNMPTN tahun ini berkurang dibanding tahun sebelumnya. Tahun ini, formulir yang dijual sebanyak 28 ribu lembar dengan rincian 10.500 IPA, 10 ribu IPS dan 7.500 IPC. Penurunan jumlah formulir ini disesuaikan dengan penurunan pembalian formulir SNMPTN di 2008.

Waktu itu, formulir yang dijual sebanyak 30.500 formulir dengan rincian 10.500 IPA, 12 ribu IPS, dan 8.000 IPC. Namun yang terjual hanya 10.456 IPA, 10.185 IPS dan 7.536 IPC. ‘’Setiap tahun, formulir SNMPTN memang terus menurun,’’ katanya menjelaskan. Setidaknya Asep mencatat tren empat tahun belakangan yang terus menurun. Pada tahun 2005, formulir terjual sebanyak 31.781, tahun 2006 sebanyak 28.013, tahun 2007 sempat naik menjadi 28.246 dan menurun kembali di tahun 2008 sebanyak 28.204 formulir.

(coppast from republika, 01Juni09)

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s