Arsip Bulanan: Juni 2009

NOKIA E-97 (masih konsep cumannya)

Fiuh,,, Emangnya yang namanya teknologi ga akan ada habisnya…. kalo kita maksain buat selalu up to date ttg masalah teknologi..bisa-bisa kita cm HOKCAI (bc: Ngolohok Ngacai) n final result akhirnya GELO…

Belon abis ttg HP yang kita mauin dengan berbagai macam fitur yang lengkap, dah mati2an ngumpulin duit, eh… dengan kejamnya NOKIA dah ngeluarin Konsep HP terbarunya. Emang c cm masih konsep, but man… bagaimana kalo akhirnya diproduksi n bnr2 keluar dipasaran… Brrr… gw ga nahan deh…

Konsep terbaru dari NOKIA, yaitu NOKIA E 97…. Biiiihhhh Ga nahan Sob…  Lo-lo bisa lihat bentuk Konsep nih nokia dibawah:

parah…parah….parah,,, (jadi pengen…. hiks…hiks…) :)

Nih kutipan yang gw ambil dari NokiaWebBlog: “…..Sayangnya ponsel ini masih dalam bentuk konsep desain, dan merupakan hasil karya mahasiswa Industrial Design di Creapole ESDI Paris, Fabien Nauroy. Menurut cowok berumur 23 tahun ini, inspirasi desainnya diambil dari amplop surat. Menurut imajinasinya, E97 menggunakan teknologi E-ink untuk tampilan. Layarnya bisa dilepas jika Bro & Sis ingin memamerkan foto atau video keren. Jika sedang bekerja di meja, E97 dapat berubah menjadi photo frame.”

So… Cool bgt kan…

Ya lo lo tunggu deh gimana kabar berikutnya nih ttg HP… mdah2an c ga cm konsep aj….  N lo-lo boleh mulai nabung dari sekarang … hehehe :D

SORI… WAKTU REMEDIAL HAS BEEN CLOSED!!

OK,,,, Everybody…

waktu remedial udah ditutup… jadi ga ada yang ngirim remed y… baik itu untuk kelas XI ataupun untuk kelas X..

Jika ada yang Tetep nekat ngumpulin, sy jg nekat ga mau nerima… hehehehe

ntar aja yang belum ngumpulin n nilainya masih kurang, kamu konsultasi ke saya atau ke wali kelas masing2….

ok???

C u in next education year :D bener ga tuh ya…?

WALKMAN Sony Seri X Bakal jadi anceman iPod Apple?

(CopPast from Republika.co.id,14 Mei 2009)

xsonyJAKARTA – Sony baru saja meluncurkan pemutar mp3 Walkman Seri X yang ditunggu-tunggu, dengan detail yang dilaporkan di awal tahun ini. Walkman Sony seri X di pasar sangat nyata bersaing langsung dengan Apple iPod Touch (iPod Apple layar sentuh), dan Sony sendiri berharap Seri X terbarunya akan membuat mereka meraih margin pasar yang selama ini dikuasi Apple.

Sebelum masuk era digital, penggemar musik tahu Sonny dulu ada pemimpin pasar ‘musik bergerak’ dan Walkman asli dulu adalah pemain terdepan teknologi yang dianggap ikon pemutar musik personal yang  wajib dimiliki

Waktu kini telah berubah, dan Apple berhasil memposisikan sebagai pemimpin pasar, namun Sony belum ingin menyerah untuk mengambil mahkota mereka.

Saat ini pemutar mp3 Walkman Seri X tersedia dalam versi 16 GB dan 32 GB dengan kisaran harga 3,5 juta hingga 4.5 juta. Harga juga menjadi kunci di sini mengingat Seri X baru lebih murah ketimbang satu Apple iPod Touch berukuran sama.

Hanya saja tak cukup dengan harga murah untuk mencuri posisi Apple yang telah lama memikat konsumen digital.

Untuk itu Sony melengkapi Seri X terbarunya dengan beragam fitur. Pemutar mp3 Walkman Seri X 16GB model NWZ-X1050 dilengkapi layar sentuh OLED 3 inchi dan memberikan kapasitas penyimpanan hingga 4.000 lagu dan 60 jam video.

Piranti itu juga memiliki teknologi penghambat suara khusus terakit jadi satu untuk memperkuat kualitas suara plus Wi-Fi untuk memungkinkan akses internet ketika ada jaringan hotspot.

Sementara Walkman Seri X 16GB model NWZ-X1060 memberikan semua kualitas di atas tapi dengan penyimpanan lebih besar yakni hingga 8.000 lagu dan 120 jam video.

Sony menyebut bayi Walkman terkininya sebagai “piranti hiburan jinjing kelas atas”, sebuah ungkapan panjang untuk mengatakan pemutar mp3 mereka. Banyak pengamat gadget bertanya-tanya apakah hal tebaik Sony cukup kuat untuk mempengaruhi fenomena Apple.

Cara Penilaian SNMPTN Berubah

Cara penilaian Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2009 berubah. Jika SNMPTN sebelumnya menggunakan sistem penjumlahan semua mata pelajaran yang diujiankan, kini lebih ke sistem ranking setiap mata pelajaran. ‘’Kalau dulu kan setiap mata pelajaran dijumlahkan terus dibagi rata, nilai yang terbesar yang bisa masuk,’’ ujar Penjamin Kualitas SNMPTN, Adang Surahman dalam konferensi pers di Bandung, Senin (1/6).

Sistem penilaian seperti ini, kata dia, memiliki kekurangan, di antaranya mengabaikan beberapa mata pelajaran. Misalnya, ada calon mahasiswa yang hanya mendalami bahasa Indonesia tanpa menghiraukan Matematika. Jadi, meskipun nilai matematika kecil, tak bermasalah buat anak tersebut karena dapat tertutupi oleh nilai bahasa Indonesia. Makanya seringkali ada kasus salah masuk jurusan, anak yang sebenarnya pandai Biologi dia malah masuk ke Fisika.

Mulai 2009 ini, kata dia, penilaian berubah. Setiap mata ujian akan dinilai berdasarkan peringkat dengan skala nol sampai seratus sebelum nilai tersebut dijumlahkan. Atau sesuai dengan rumus matematika 100x(1-ranking:jumlah peserta). ‘’Setiap mata pelajaran ditentukan rankingnya masing-masing. Misalnya, mata pelajaran Matematika, ranking 1 diperoleh si A begitu pun dengan mata pelajaran lainnya,’’ cetus dia.

Dengan cara ini, setiap mata ujian harus dikerjakan sebaik mungkin dan tidak ada yang diabaikan. Penilaian hasil ujian sendiri masih menggunakan ketentuan yang lama. Yakni jawaban benar diberi nilai empat, jawaban salah diberi nilai minus satu dan tidak menjawab diberi nilai nol.

Sesuai namanya, sistem ini dimaksudkan untuk menyeleksi calon mahasiswa. Yakni mahasiswa yang dinilai bisa mengikuti semua mata kuliah. Karena ada beberapa kasus, mahasiswa yang pandai di teknik namun dia enggan belajar pancasila. Hal tersebut bisa membuat mahasiswa ke jurang drop out. “Sistem ini ke depannya dinilai bisa mengurangi angka DO,” katanya menjelaskan. Untuk mata ujian Matematika, tahun ini ada pengurangan mata ujian dari lima menjadi empat. Yakni Matematika, Fisika, Kimia dan Biologi. Mata ujian yang dihilangkan adalah IPA terpadu.

Sekretaris Eksekutif SNMPTN 2009 Panitia Lokal Bandung, Asep Gana Suganda mengatakan, jumlah formulir SNMPTN tahun ini berkurang dibanding tahun sebelumnya. Tahun ini, formulir yang dijual sebanyak 28 ribu lembar dengan rincian 10.500 IPA, 10 ribu IPS dan 7.500 IPC. Penurunan jumlah formulir ini disesuaikan dengan penurunan pembalian formulir SNMPTN di 2008.

Waktu itu, formulir yang dijual sebanyak 30.500 formulir dengan rincian 10.500 IPA, 12 ribu IPS, dan 8.000 IPC. Namun yang terjual hanya 10.456 IPA, 10.185 IPS dan 7.536 IPC. ‘’Setiap tahun, formulir SNMPTN memang terus menurun,’’ katanya menjelaskan. Setidaknya Asep mencatat tren empat tahun belakangan yang terus menurun. Pada tahun 2005, formulir terjual sebanyak 31.781, tahun 2006 sebanyak 28.013, tahun 2007 sempat naik menjadi 28.246 dan menurun kembali di tahun 2008 sebanyak 28.204 formulir.

(coppast from republika, 01Juni09)